Posting ini terinspirasi dari kegiatan yang aku ikuti di
kampus minggu lalu. Di kampus ada kegiatan semacam pembentukan kepribadian.
Yang lebih ditekankan adalah pribadi yang KKV-PT (Kritis, Kreatif, Visioner –
Peduli, Tangguh). Tujuan kegiatan ini sebenarnya ingin membentuk mahasiswa yang
ada tidak hanya pandai secara akademik, namun juga punya pribadi yang KKV-PT
tersebut.
Nah, kalau aku jelasin semua bakal jadi posting yang panjang
banget. So, aku Cuma mau ambil satu aspek aja, yaitu tangguh. Kegiatan yang
diadakan kampusku itu berjalan selama dua hari. hari pertama diisi dengan
sesi-sesi yang membahas mengenai KKV dan peduli. Sedangkan untuk aspek tangguh,
mahasiswa diminta untuk turun ke lapangan untuk membuktikan apakah kami adalah
mahasiswa yang tangguh atau tidak.
Jadi hari kedua, aku dan teman-teman sekelompokku, disertai
seorang co-trainer, dibawa ke daerah Sukun, Semarang buat menguji ketangguhan
kami. Kami diminta untuk mencari pekerjaan, bekerja selama dua jam. Hal ini
kami lakukan semata-mata untuk membeli makan siang. Kami tidak membawa dompet
atau uang sepersen pun, karena semuanya dikumpulkan kepada panitia sebelum
acara dimulai.
Jadi sepanjang jalan di daerah Sukun itu, kami harus mencari
pekerjaan. Memang imbalannya tidak selalu berupa uang, bisa saja berupa
makanan. Yang penting kami diminta membuktikan bahwa kami adalah pribadi yang
tangguh.
Kami tiba di sana kira-kira pukul setengah 9, dan kami
langsung diminta untuk mencari kerja. Aku bersama teman-teman kelompokku
berjalan bersama-sama menyusuri jalan itu, mencoba melihat-lihat kira-kira tempat
mana yang kami bisa menawarkan tenaga kami untuk membantu pekerjaan yang ada.
Kami bolak-balik jalan itu. Masuk dari toko ke toko dan
beberapa kali ditolak. Tapi hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk terus
mencari pekerjaan. Aku sendiri empat kali ditolak, tapi tak jadi masalah buat
aku, toh aku harus buktikan kalau aku ga gampang nyerah. Dalam pikiranku, yang ada adalah aku ga
pengen jadi beban tanggungan lagi buat temen-temen. Aku harus bisa dapat kerja,
dan kalau bisa dapat uang juga.
Akhirnya, puji Tuhan, aku mendapatkan pekerjaan di salah
satu toko pakaian di sana. Seneng banget rasanya waktu dapat pekerjaan setelah
beberapa kali ditolak. Di sana aku kerja sekitar 2jam lah. Tapi lumayan dapat
pengalaman juga. Mungkin tugasku cukup sederhana, memasang pakaian di hanger.
Kira-kira 50 pakaian yang aku pasangkan di hanger, dan pas sekali 2jam itu aku
menyelesaikan semuanya.
Ketika aku pamit, pemilik toko kasih aku uang yang, yah,
lumayan banget buat beli makan siang. Jadi aku balik lagi ke pos tempat kakak
co-trainer menunggu. Dan setelah kami semua berkumpul, berbagi cerita, baru
terasa bahwa cari uang itu susah, apalagi ketika ditolak juga harusnya ga
nyerah gitu aja.
Kelompokku mengumpulkan uang yang cukup banget buat beli
makan satu kelompok, tujuh orang, plus satu kakak co-trainer. Sebelum kembali
ke kampus, kami mampir dulu di salah satu warteg, trus beli makan. Makanannya
kita bawa ke kampus, dimakan bareng-bareng di kampus.
Yah, rasanya makan kali itu beda banget. Makanannya sih
biasa, nasi, telur dadar sama sayuran. Tapi rasanya beda. Kenapa? Karena itu
hasil kerja sendiri. Jadi rasanya setiap suapan itu dinikmati banget, sesuap
demi sesuap rasanya enak banget, dan bener-bener nikmat, ga kaya tiap kali aku
makan.
Well, bener-bener pengalaman tak terlupakan dan hal ini
mengajarkan aku untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan juga belajar jadi
pribadi yang tangguh. Thanks for ATGW, yang sudah memberikan aku pelajaran ini. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar