Buscar

17 Feb 2013

pribadi tangguh?


Posting ini terinspirasi dari kegiatan yang aku ikuti di kampus minggu lalu. Di kampus ada kegiatan semacam pembentukan kepribadian. Yang lebih ditekankan adalah pribadi yang KKV-PT (Kritis, Kreatif, Visioner – Peduli, Tangguh). Tujuan kegiatan ini sebenarnya ingin membentuk mahasiswa yang ada tidak hanya pandai secara akademik, namun juga punya pribadi yang KKV-PT tersebut.

Nah, kalau aku jelasin semua bakal jadi posting yang panjang banget. So, aku Cuma mau ambil satu aspek aja, yaitu tangguh. Kegiatan yang diadakan kampusku itu berjalan selama dua hari. hari pertama diisi dengan sesi-sesi yang membahas mengenai KKV dan peduli. Sedangkan untuk aspek tangguh, mahasiswa diminta untuk turun ke lapangan untuk membuktikan apakah kami adalah mahasiswa yang tangguh atau tidak.

Jadi hari kedua, aku dan teman-teman sekelompokku, disertai seorang co-trainer, dibawa ke daerah Sukun, Semarang buat menguji ketangguhan kami. Kami diminta untuk mencari pekerjaan, bekerja selama dua jam. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk membeli makan siang. Kami tidak membawa dompet atau uang sepersen pun, karena semuanya dikumpulkan kepada panitia sebelum acara dimulai.

Jadi sepanjang jalan di daerah Sukun itu, kami harus mencari pekerjaan. Memang imbalannya tidak selalu berupa uang, bisa saja berupa makanan. Yang penting kami diminta membuktikan bahwa kami adalah pribadi yang tangguh.

Kami tiba di sana kira-kira pukul setengah 9, dan kami langsung diminta untuk mencari kerja. Aku bersama teman-teman kelompokku berjalan bersama-sama menyusuri jalan itu, mencoba melihat-lihat kira-kira tempat mana yang kami bisa menawarkan tenaga kami untuk membantu pekerjaan yang ada.

Kami bolak-balik jalan itu. Masuk dari toko ke toko dan beberapa kali ditolak. Tapi hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk terus mencari pekerjaan. Aku sendiri empat kali ditolak, tapi tak jadi masalah buat aku, toh aku harus buktikan kalau aku ga gampang nyerah.  Dalam pikiranku, yang ada adalah aku ga pengen jadi beban tanggungan lagi buat temen-temen. Aku harus bisa dapat kerja, dan kalau bisa dapat uang juga.

Akhirnya, puji Tuhan, aku mendapatkan pekerjaan di salah satu toko pakaian di sana. Seneng banget rasanya waktu dapat pekerjaan setelah beberapa kali ditolak. Di sana aku kerja sekitar 2jam lah. Tapi lumayan dapat pengalaman juga. Mungkin tugasku cukup sederhana, memasang pakaian di hanger. Kira-kira 50 pakaian yang aku pasangkan di hanger, dan pas sekali 2jam itu aku menyelesaikan semuanya.
Ketika aku pamit, pemilik toko kasih aku uang yang, yah, lumayan banget buat beli makan siang. Jadi aku balik lagi ke pos tempat kakak co-trainer menunggu. Dan setelah kami semua berkumpul, berbagi cerita, baru terasa bahwa cari uang itu susah, apalagi ketika ditolak juga harusnya ga nyerah gitu aja.

Kelompokku mengumpulkan uang yang cukup banget buat beli makan satu kelompok, tujuh orang, plus satu kakak co-trainer. Sebelum kembali ke kampus, kami mampir dulu di salah satu warteg, trus beli makan. Makanannya kita bawa ke kampus, dimakan bareng-bareng di kampus.

Yah, rasanya makan kali itu beda banget. Makanannya sih biasa, nasi, telur dadar sama sayuran. Tapi rasanya beda. Kenapa? Karena itu hasil kerja sendiri. Jadi rasanya setiap suapan itu dinikmati banget, sesuap demi sesuap rasanya enak banget, dan bener-bener nikmat, ga kaya tiap kali aku makan.
Well, bener-bener pengalaman tak terlupakan dan hal ini mengajarkan aku untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan juga belajar jadi pribadi yang tangguh. Thanks for ATGW, yang sudah memberikan aku pelajaran ini. J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar